Singgung

Ada begitu banyak kemungkinan, tentang bagaimana 'mungkin' semesta membuat kita kembali bersinggungan. Hal yang pada awalnya kita kira telah, sudah. Entah dari sudut sebelah mana rupanya kesempatan masih mungkin saja bisa merekah.

Di dunia ini tidak ada yang benar-benar berakhir, selama kita masih bisa berfikir. Atau maksudku adalah, mengingat.
Seperti, apa saja yang kemudian pernah menjadi dekap, hangat. Maka selamanya akan menjadi dekap. Walau mungkin tidak lagi menjadi hangat.
Seperti semua yang sudah menjadi janji, walau mungkin tidak dapat dipenuhi.

Lalu hal tergila dari sebuah pertemuan tidak terduga, adalah ketidakmampuan otak kita untuk berfikir secara cepat, hal apa, ya, yang kemudian harus kita mulai setelah, tatap.
Menyapa, mungkin, iya. Lalu kemudian bagaimana caranya meredam yang begejolak di dalam dada?
Sungguh merepotkan sekali, berhadapan dengan seseorang yang pernah kita anggap bunga dihati..

///

Memangnya apa yang kemudian paling menjadi alibi untuk kita kembali saling merindukan, setelah ini,
setelah kita pernah memutuskan untuk tidak saling merindukan, lagi.
Tidak, tidak ada lagi alibi. Tidak ada lagi istilah saling merindukan setelah ini.

Lalu memang apa yang paling mungkin membuat kita sama-sama mengingkan pulang, setelah sekian banyak tahun-tahun sudah kita pisahkan?
Tidak, tidak akan ada lagi, tidak akan ada kepulangan sehabis ini.

Sayang,
Ada baiknya jika ini adalah suatu reuni,
Maka biarlah reuni menjadi reuni.
Kita tidak untuk mengulang,
Kita hanya saling menghidupkan kenangan.

Banjarbaru, 2 Maret 2024
(@emkuswandi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar